Oh pondok ku, tempat naung kita..
Dari kecil sehingga dewasa..
Rasa batin damai dan sentosa..
Di lindungi allah ta’ala..
Oh pondok ku, engkau berjasa..
Pada ibu ku indonesia..
Tiap pagi dan petang, kita beramai sembahyang..
Mengabdi pada allah ta’ala, Di dalam kalbu kita..
Wahai pondok tempat ku, laksana ibu kandung ku..
Nan kasih serta sayang pada ku..
Oh pondok ku...
i...bu...ku...
Itu adalah syair lagu yang pertama
kali saya dapat dari pondok ku PDAR (Pesantren Darul Arafah Raya) yang sangat
ku cintai dan sangat ku banggakan :).Ya teman- teman disini saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman saya
ketika saya merasakan hidup menjadi seorang dyah ( sebutan bagi santriwati di
PDAR) semoga teman-teman senang membacanya :).
Ber
awal dari kelas 3 SD, sejak itu saya pengen sekali masuk pesantren. Ntah kenapa
saya sangat berambisi sekali untuk masuk pesantren. Namun ketika saya mulai
duduk dikelas 6 SD beribu godaan pun datang dari temen, saudara yang membuat
saya sangat goyah dan mengurungkan niat saya untuk masuk ke pesantren. Namun
saat itu pula ayah saya sangat berambisi untuk memasuk kan saya ke pesantren, karena
ayah saya melihat pergaulan anak zaman sekarang sangat tidak bagus, banyak
anak- anak diluaran sana yang sudah rusak, dan sangat bebas pergaulan nya.
Apalagi saya anak perempuan dan anak tunggal, sebagai seorang ayah pasti dia
tidak menginginkan anaknya rusak, dia ingin yang terbaik untuk anaknya dia
ingin menjalan kan kewajibannya sebagai ayah yaitu menjadikan anaknya menjadi anak
yang solehah, ngerti agama dan anak yang senantiasa mendo’akan nya ketika dia
telah tiada. Saat itu ibu saya pun sudah mulai goyah, dia sedih ketika saya
ingin dimasukkan kepesantren namun dia mencoba untuk tegar dihadapan saya. Ayah
saya berkata kalau saya tidak masuk saya tidak akan disekolahkan
lagi. Yupzz.. tidak ada pilihan lagi, saya memang pasti dan wajib masuk
pesantren.
Huftt..
ayah saya memilih Pondok Modren PDAR sebagai pesantren yang akan saya masuki. Pesantren
tersebut terletak di Desa Lau Bakeri Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Medan Sumatera Utara. pada saat itu saya ber umur 12 tahun. Pada semester pertama di tahun pertama saya, saya merasa tidak betah karena faktor rindu akan suasana rumah dan orangtua, sistem belajar yang begitu berbeda dengan ketika saya SD. Disana saya dituntut untuk berdisiplin, menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari, begitu bayak hafalan, itu adalah faktor yang membuat saya tidak betah.
Bukan hanya saya yang merasa tidak betah, hampir semua teman-teman saya merasakan hal yang sama wajarlah kami masih anak-anak. Ustad dan Ustazah ( sebutan untuk guru laki-laki dan perempuan di PDAR) menasehati kami.Agar kami betah dan mengerti bahwa beginilah keadaan yang wajib kita lalui jika kita ingin sukses. Mereka selalu mengajarkan kami pepatah arab yang bagus yang dapat kami aplikasikan didalam kehidupan kami. " Man jadda wajada" artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia. "Man shobaro zhafira" artinya barang siapa yang bersabar maka dapatlah ia.begitu banyak cobaan yang membuat saya goyah, berkat semangat dan do'a dari ayah dan ibu saya akhirnya saya betah.
ketika saya kelas 3 SMP, Saya mulai goyah kembali. Teman-teman saya banyak yang ingin pindah. Ada yang ingin masuk SMA favorit lah, SMK, FARMASI, dan sekolah-sekolah lainnya. Siapa yang tidak ingin seperti itu setelah saya merasakan hidup di asrama selama tiga tahun tanpa TV, HANDPHONE, dll. sungguh berat bagi remaja yang berada dalam fase pubertas untuk menjalani ini semua. Dimana teman- teman seusia kami merasakan kehidupan yang bebas tanpa ada yang menghalangi, sedangkan kami belajar, sholat, ngaji dll. hmm... saya bicarakan hal itu pada orang tua saya, ibu saya agak setuju jika saya pindah dan mencoba untuk masuk sekolah unggulan diluar, namun lagi-lagi ayah begitu tegas menolak itu. Ayah tetap menyuruh saya untuk menetap disekolah itu. ya allah, perasaan gondok, sedih semua saya rasakan pada saat itu.
Dulu ustad saya berkata, " kalau kalian tidak betah setahun coba 2 tahun, tidak betah juga coba 3 tahun, terus 4 tahun, 5 tahun, sampai 6 tahun, setelah itu terserah kalian mau betah atau tidak karena kalian sudah tamat :D" hahaha.. " percayalah nak, kalau kalian pindah pasti kalian rindu ingin kembali kesini, karena hidup diluaran sana tak seindah apa yang kalian bayangkan, hidup ini keras nak. percayalah.." waktu itu aku nggak percaya dengan kata-kata itu. aku menganggap itu semua hanya rayuan mereka agar kami tetap bertahan.-_- aku simpan di dalam hati dan inginku buktikan kelak.
Tanpa terasa saya sudah kelas 6, saat yang paling kutunggu-tunggu sejak dulu. 6 tahun sudah aku belajar pesantren ini,tinggal disini dan kinilah saatnya aku tamat dari sini. berjuta-juta pengalaman dan ilmu yang ku dapatkan disini. disini aku bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah ada yang dari aceh, medan, riau, batam, pekanbaru, jambi dan daerah- daerah disumatera utara lainnya. Pesantren ini lah yang mempertemukan kami, yang menjadikan kami saudara. sedih, tangis, tawa, semua kami lalui bersama. 6 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk dapat dilupakan. kami tidur, makan, belajar,sholat, bermain bersama dihukum, dimarahin ustad-utadzah, itu semua begitu indah. huftt.. jujur dari hati saya tidak ingin berpisah dengan teman-teman. aku sayang dengan mereka. kalau bisa dibilang sahabat yang sesungguh nya adalah mereka semua. sahabat yang tak tergantikan oleh siapapun itu.
Alumni kami di beri nama A-PLUS. Kami berjumlah 127 orang. Saat-saat terakhir bersama mereka adalah saat-saat yang dapat untuk ku menahan air mata. jangankan aku ibu ku pun tak dapat menahan air matanya ketika melihat kami berpisah. karena ibuku juga sangat dekat dengan beberapa teman ku, mereka sering liburan dirumah ku ketika liburan tiba, sehingga ibu ku tahu betul bagaimana rasanya.
Benar-benar tidak ingin melepaskan pelukan bersama kalian, tidak ingin mata ini melepaskan pandangan ku menatap kalian, air mata ini sungguh tak tertahan kan. Begitu juga dengan pesantren ku tercinta ini.
Sahabatku.. Saat ini kita sudah berpisah, ada yang di Mesir, India, di pulau Jawa, di Padang, Palembang, Riau, Aceh, dan juga di Medan. Tidak lagi kutemukan kalian yang menghiburku saat ku sedih karena orangtua ku nggak dateng, aku kena hukuman. kalian yang menjagaku ketika ku sakit, mengingatkan ku ketika ku salah, membantuku ketika ku kesusahan, kalian yang selalu ada ketika ku butuh. terkadang kita berantem,marah-marahan, tertawa berjuta kenangan kita bersama sahabat. tak ku temukan semua itu diluar ini. Semoga kita dipertemukan ketika kita sukses nanti. aku sayang kalian sahabat-sahabat ku.
Pesantren ku,Guru- guru ku, aku merindukan kalian.. kalian memberiku banyak ilmu yang dapat menghantarkan ku mencapai sebuah kesuksesan. menjadikan seseorang yang berilmu dan bertaqwa kepada allah. aku rindu... ternyata apa yang dikatakan ustad ku pada waktu itu benar. bahwa aku sangat merindukan semua yang bersangkutan dengan pesantren ini. yang tak kutemukan diluar ini.ingin rasanya aku mengulang kembali masa-masa di pesantren. Akhirnya aku mengerti apa yang diinginkan orang tua ku, mereka ingin menjaga anaknya dari segala kejahatan. mereka ingin anaknya menjadi seseorang yang baik budinya, sopan,menutup auratnya, selalu berada di jalan allah menjadi wanita yang sholehah. sesuai dengan ajaran agama Islam. Walaupun saya belum sepenuhnya menjadi seperti yang mereka inginkan, karena tidak lah gampang untuk menjadi seseorang yang benar-benar sholehah,namun setidaknya aku sudah mengerti agama, hanya tinggal mencoba untuk menyempurnakannya.
Pesan ku " Tuntutlah ilmu sampai kenegri cina, bersungguh- sungguh dan bersabarlah dalam menuntut ilmu. tidak ada yang mudah dalam mencapai sebuah kesuksesan"
ini adalah beberapa dokumentasi ketika saya belajar di Pesantren Darul arafah Raya
Foto ini ketika saya kelas 4 ( Sebutan lain dari kelas 1 SMA) setelah selesai lomba baris berbaris pada tanggal 17 agustus tahun 2010
Foto ini ketika di bumi perkemahan PDAR
Setelah acara Upacara Mingguan
ketika PERKAJUM ( Perkemahan kamis jum'at ) di bumi perkemahan johor
Ini adalah lambang ALUMNI kami A-Plus
foto bersama ALUMNI A-PLUS di depan Bagas Godang PDAR
Foto bersama ayah, ibu, adik dan sepupu ketika pengukuhan alumni PDAR
Pelepasan balon sebelum perpisahan, I LOVE YOU MY BEST :*

.jpg)








Komentar
Posting Komentar