Disini saya akan menceritakan sedikit pengalaman hidup saya yang berhubungan dengan andragogi dan pedagogi. Sebelumnya kita harus tahu dulu apa itu Andragogi dan Pedagogi. Menurut knowles, Andragogi adalah seni dan sains bagi membantu pembelajaran orang dewasa. Sedangkan Pedagogi adalah seni dan kebudayaan bagi pembelajaran anak-anak. Dan kedua-duanya saling berkaitan satu sama lain.
Ketika saya SD guru saya menerapkan strategi belajar pedagogi,Yang mana pembelajarnya disebut sebagai siswa atau anak didik. Metode pembelajarannya pasif, guru ceramah di depan murid sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide dan contoh yang berkenaan dengan pelajaran agar murid dapat mengerti pelajaran dengan mudah, dan murid hanya mendengarkan guru sepenuhnya, semua sumber hanya berasal dari guru. Siswa kurang bebas dalam mengemukakan pendapatnya,Karena siswa di anggap tidak berpengalaman dan kurang informasi, sehingga murid tidak berperan aktif dalam proses belajar-mengajar.Belajarnya berpusat pada pengetahuan teoritis, masih teori-teori aja belum mampu menyelesaikan suatu masalah yang ada pada kehidupan nyata.Tujuan pembelajaran telah di tentukan guru sebelumnya murid tidak turut berperan serta didalamnya.Guru mengontrol waktu belajar dan memiliki suatu target tertentu dalam mencapai tujuan pembelajaran.Ada beberapa indikator pedagogi seperti perspektif waktunya tertunda karena murid tergantung pada perencanaan dan pembelajaran dari guru.kesiapan siswa belajar masih kurang karena belajar adalah suatu kewajiban yang harus mereka dijalani.Iklim belajarnya resmi, seperti menggunakan seragam resmi, mengikuti semua peraturan yang telah dibuat guru. Mulai dari perencanaan,perumusan tujuan, sampai evaluasi semua dilakukan oleh guru.Pengalaman siswa tidak terlalu berharga. kegiatan belajarnya merupakan teknik pelayanan. konsep diri siswa ketergantungan pada guru.Intinya guru sangat berperan aktif dalam strategi pembelajaran pedagogi yang diterapkan ketika saya SD.
Kalau strategi Andragogi saya temui ketika saya memasuki jenjang perkuliahan.Sungguh saya menemukan banyak perbedaan antara andragogi dan pedagogi. Bahkan terkadang sama sekali tidak saya temui ketika saya duduk di jenjang SD,SMP, SMA. Disini sangat dituntut untuk belajar mandiri, tidak lagi guru yang berperan penuh, namun mahasiswalah yang harus berperan aktif. dosen hanya sebagai fasilitator. Disini pembelajar disebut sebagai peserta didik, warga belajar, dan juga mahasiswa. Metode pembelajarannya aktif, mahasiswa dituntut untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar, seperti bertanya, memberikan pendapat, dll. karena sumber tidak lagi sepenuhnya berasal dari dosen, melainkan mahasiswa wajib mencari sumber lain.Belajarnya lebih terpusat pada masalah kehidupan nyata, tidak lagi teoritis. Gaya belajarnya bebas sesuai dengan kesepakatan bersama, dan mahasiswa juga bebas dalam berpendapat, berinteraksi.Dengan sistem pembelajarn seperti itu lebih menyingkat waktu, sehingga tujuan belajar dapat cepat diperoleh. karena mahasiswa tidak lagi tergantung pada dosen melainkan mencari sendiri dan mendiskusikannya kepada teman dan dosen sebagai penengahnya.dan mahasiswa dituntut sebagai sumberdaya utama untuk ide-ide dan contoh yang berhubungan dengan pelajaran. adapun indikatornya seperti persfektif waktunya cepat, karena mahasiswanya belajar aktif.kemudian kesiapannya matang, karena merupakan tugas perkembangan peran sosialnya.Iklim belajarnya antar mahasiswa saling menolong dalam belajar, berkolaborasi dalam belajar, saling menghargai antar pendapat, menghormati dosen tapi tidak terlalu formal, karena tidak wajib menggunakan seragam, dan semua nya berdasarkan kesepakatan antar mahasiswadan dosen. orientasi belajarnya berpusat pada masalah yang ada pada kehidupan nyata. perumusan tujuannya merupakan reksa negoisasi mahasiswa engan dosen. Evaluasi nya merupan reksa diagnosis kebutuhan dan reksa program pengukuran.perencanaan belajarnya berdasarkan diagnosis diri. pengalaman merupakan sumberdaya yang kaya dalam belajar. kegiatannya merupakan teknik pengalaman. konsep dirinya merupakan peningkatan arah diri atau kemandirian.
Jadi inti nya, pada pedagogi murid masih tergantung pada guru karena dianggap belum memiliki banyak pengalaman dan informasi. dan guru sebagai sumber belajar.sedangkan andragogi mahasiswa dituntut untuk mandiri, belajar aktif, dan dosen sebagai fasilitator, karena dianggap sudah dewasa sehingga dapat menyelesaikan permasalahan pada kehidupan nyata. mungkin sekian dulu postingan saya kiranya bermanfaat bagi kita semua. terima kasih :)
Ketika saya SD guru saya menerapkan strategi belajar pedagogi,Yang mana pembelajarnya disebut sebagai siswa atau anak didik. Metode pembelajarannya pasif, guru ceramah di depan murid sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide dan contoh yang berkenaan dengan pelajaran agar murid dapat mengerti pelajaran dengan mudah, dan murid hanya mendengarkan guru sepenuhnya, semua sumber hanya berasal dari guru. Siswa kurang bebas dalam mengemukakan pendapatnya,Karena siswa di anggap tidak berpengalaman dan kurang informasi, sehingga murid tidak berperan aktif dalam proses belajar-mengajar.Belajarnya berpusat pada pengetahuan teoritis, masih teori-teori aja belum mampu menyelesaikan suatu masalah yang ada pada kehidupan nyata.Tujuan pembelajaran telah di tentukan guru sebelumnya murid tidak turut berperan serta didalamnya.Guru mengontrol waktu belajar dan memiliki suatu target tertentu dalam mencapai tujuan pembelajaran.Ada beberapa indikator pedagogi seperti perspektif waktunya tertunda karena murid tergantung pada perencanaan dan pembelajaran dari guru.kesiapan siswa belajar masih kurang karena belajar adalah suatu kewajiban yang harus mereka dijalani.Iklim belajarnya resmi, seperti menggunakan seragam resmi, mengikuti semua peraturan yang telah dibuat guru. Mulai dari perencanaan,perumusan tujuan, sampai evaluasi semua dilakukan oleh guru.Pengalaman siswa tidak terlalu berharga. kegiatan belajarnya merupakan teknik pelayanan. konsep diri siswa ketergantungan pada guru.Intinya guru sangat berperan aktif dalam strategi pembelajaran pedagogi yang diterapkan ketika saya SD.
Kalau strategi Andragogi saya temui ketika saya memasuki jenjang perkuliahan.Sungguh saya menemukan banyak perbedaan antara andragogi dan pedagogi. Bahkan terkadang sama sekali tidak saya temui ketika saya duduk di jenjang SD,SMP, SMA. Disini sangat dituntut untuk belajar mandiri, tidak lagi guru yang berperan penuh, namun mahasiswalah yang harus berperan aktif. dosen hanya sebagai fasilitator. Disini pembelajar disebut sebagai peserta didik, warga belajar, dan juga mahasiswa. Metode pembelajarannya aktif, mahasiswa dituntut untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar, seperti bertanya, memberikan pendapat, dll. karena sumber tidak lagi sepenuhnya berasal dari dosen, melainkan mahasiswa wajib mencari sumber lain.Belajarnya lebih terpusat pada masalah kehidupan nyata, tidak lagi teoritis. Gaya belajarnya bebas sesuai dengan kesepakatan bersama, dan mahasiswa juga bebas dalam berpendapat, berinteraksi.Dengan sistem pembelajarn seperti itu lebih menyingkat waktu, sehingga tujuan belajar dapat cepat diperoleh. karena mahasiswa tidak lagi tergantung pada dosen melainkan mencari sendiri dan mendiskusikannya kepada teman dan dosen sebagai penengahnya.dan mahasiswa dituntut sebagai sumberdaya utama untuk ide-ide dan contoh yang berhubungan dengan pelajaran. adapun indikatornya seperti persfektif waktunya cepat, karena mahasiswanya belajar aktif.kemudian kesiapannya matang, karena merupakan tugas perkembangan peran sosialnya.Iklim belajarnya antar mahasiswa saling menolong dalam belajar, berkolaborasi dalam belajar, saling menghargai antar pendapat, menghormati dosen tapi tidak terlalu formal, karena tidak wajib menggunakan seragam, dan semua nya berdasarkan kesepakatan antar mahasiswadan dosen. orientasi belajarnya berpusat pada masalah yang ada pada kehidupan nyata. perumusan tujuannya merupakan reksa negoisasi mahasiswa engan dosen. Evaluasi nya merupan reksa diagnosis kebutuhan dan reksa program pengukuran.perencanaan belajarnya berdasarkan diagnosis diri. pengalaman merupakan sumberdaya yang kaya dalam belajar. kegiatannya merupakan teknik pengalaman. konsep dirinya merupakan peningkatan arah diri atau kemandirian.
Jadi inti nya, pada pedagogi murid masih tergantung pada guru karena dianggap belum memiliki banyak pengalaman dan informasi. dan guru sebagai sumber belajar.sedangkan andragogi mahasiswa dituntut untuk mandiri, belajar aktif, dan dosen sebagai fasilitator, karena dianggap sudah dewasa sehingga dapat menyelesaikan permasalahan pada kehidupan nyata. mungkin sekian dulu postingan saya kiranya bermanfaat bagi kita semua. terima kasih :)
Komentar
Posting Komentar