Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

ANDRAGOGI DAN PEDAGOGI

Disini saya akan menceritakan sedikit pengalaman hidup saya yang berhubungan dengan andragogi dan pedagogi. Sebelumnya kita harus tahu dulu apa itu Andragogi dan Pedagogi. Menurut knowles,  Andragogi adalah seni dan sains bagi membantu pembelajaran orang dewasa.  Sedangkan  Pedagogi adalah seni dan kebudayaan bagi pembelajaran anak-anak. Dan kedua-duanya saling berkaitan satu sama lain. Ketika saya SD guru saya menerapkan strategi belajar pedagogi,Yang mana pembelajarnya disebut sebagai siswa atau anak didik. Metode pembelajarannya pasif, guru ceramah di depan murid sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide dan contoh yang berkenaan dengan pelajaran agar murid dapat mengerti pelajaran dengan mudah, dan murid hanya mendengarkan guru sepenuhnya, semua sumber hanya berasal dari guru. Siswa kurang bebas dalam mengemukakan pendapatnya,Karena siswa di anggap tidak berpengalaman dan kurang informasi, sehingga murid tidak berperan aktif dalam proses belajar-mengajar.Belajarn...

Oh pondok ku...

Oh pondok ku, tempat naung kita.. Dari kecil sehingga dewasa.. Rasa batin damai dan sentosa.. Di lindungi allah ta’ala.. Oh pondok ku, engkau berjasa.. Pada ibu ku indonesia.. Tiap pagi dan petang, kita beramai sembahyang.. Mengabdi pada allah ta’ala, Di dalam kalbu kita.. Wahai pondok tempat ku, laksana ibu kandung ku.. Nan kasih serta sayang pada ku.. Oh pondok ku... i...bu...ku... Itu adalah syair lagu yang pertama kali saya dapat dari pondok ku PDAR (Pesantren Darul Arafah Raya) yang sangat ku cintai dan sangat ku banggakan :) .Ya teman- teman disini saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman saya ketika saya merasakan hidup menjadi seorang dyah ( sebutan bagi santriwati di PDAR) semoga teman-teman senang membacanya :).                 Ber awal dari kelas 3 SD, sejak itu saya pengen sekali masuk pesantren. Ntah kenapa saya sangat berambisi sekali untuk masuk pesantren...