Lev Vygotsky lahir di rusia pada tanggal 17 november 1896.Dan meninggal pada tanggal 11 juni 1934 di umur 37 tahun.
Vygotsky sangat dikenal sebagai seorang ahli psikologi pendidikan yang memperkenalkan teori sosiobudaya. Teori yang dinyatakan oleh Vygotsky ini merupakan teori gabungan antara kognitif dengan sosial. Teorinya
ini juga menyatakan bahwa perkembangan kanak-kanak bergantung kepada
interaksi kanak-kanak dengan orang ada di sekitarnya yang menjadi alat
penyampaian sesuatu budaya yang membantu mereka membina pandangan
tentang sekelilingnya.
Secara definitif, teori Vygotsky merupakan bagian atau cabang dari teori
besar konstruktivisme. Pembahasan teori Vygotsky lebih berpusat pada
argumen bahwa relasi sosial dengan masyarakat dan budayalah yang
membentuk pengetahuan seorang.Ide Vygotsky baru di perkenalkan di Amerika pada tahun 1960-an melalui karya terjemahan inggrisnya. Dalam beberapa dekade terakhir ini, psikolog dan pendidik amerika telah menunjukkan ketertarikan kepada pandangan vygotsky.
Ada tiga klaim dalam inti pandangan Vygotsky :
- Keahlian kognitif anak dapat dipahami apabila dianalisis dan diinterpretasikan secara developmental.Memahami fungsi kognitif anak dengan memeriksa asal usulnya dan transformasinya dari bentuk awal ke bentuk selanjutnya.
- Kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa, dan bentuk disukursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasi aktivitas mental.Pada masa early childhood, bahasa mulai digunakan sebagai alat yang membantu anak untuk merancang aktivitas dan memecahkan problem.
- Kemampuan kognitif berasal dari relasi
sosial dan dipengaruhi oleh latar belakang sosiokultural.Bahwa perkembangan anak tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sosial dan
kultural.
Teori Vygotsky menarik banyak perhatian karena teorinya mengandung pandangan-pandangan bahwa pengetahuan itu dipengaruhi situasi dan bersifat kolaboratif. Ini menunjukkan bahwa memperoleh pengetahuan dapat dicapai dengan berinteraksi dengan orang lain dalam kegiatan bersama.Di dalam ketiga klaim dasar ini Vygotsky mengajukan gagasan yang unik dan kuat tentang hubungan antara pembelajaran dan perkembangan. Ide ini secara khusus merefleksikan pandangannya bahwa fungsi kognitif berasal dari situasi sosial.Salah satu ide unik Vygotsky adalah :Zone of Proximal Development (ZPD)adalah Istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu.Jadi,Batas bawah ZPD : tingkat problem yang dapat dipecahkan oleh anak seorang diri.Batas atas ZPD : tingkat tanggung jawab atas tugas tambahan yang dapat diterima anak dengan bantuan dari instruktur yang mampu.Meskipun pada akhirnya anak-anak akan mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari, Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain.
Contohnya : Dulu ketika saya duduk di kelas 1 Sekolah Dasar saya merasa kesulitan dalam menjumlahkan angka-angka bernilai puluhan secara cepat. kemudian guru saya menganjurkan saya untuk menggunakan alat hitung. Dan orangtua saya membelikan alat hitung tersebut, ibu dan ayah saya sering mengajari saya untuk menggunakan alat hitung tersebut di rumah, begitu juga di sekolah saya sering berlatih menghitung dengan teman saya menggunakan alat hitung tersebut, dan guru saya senantiasa membimbing saya. sampai akhirnya saya dengan mudah menggunakan nya dan saya lancar dalam menjumlah kan angka-angka yang bernilai puluhan, ratusan, bahkan ribuan.ScaffoldingTeknik untuk mengubah level dukungan. Selama sesi pengajaran, orang yang lebih ahli (guru atau murid yang lebih mampu) menyesuaikan jumlah bimbingannya dengan level kinerja murid yang telah dicapai.Scaffolding adalah memberikan kepada seorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut serta memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan, serta menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri.
Contohnya : Ketika saya duduk di kelas 1 sekolah dasar orangtua saya selalu membimbing saya dalam mengerjakan tugas sekolah. Semakin hari saya semakin terbimbing, dan lama kelamaan saya menjadi lebih mudah mengerjakan tugas-tugas saya,dikarenakan saya sudah mampu orang tua saya tidak lagi terlalu membantu saya dalam mengerjakan tugas, mereka hanya sekedar saja membantu saya . Agar saya lebih mandiri dalam mengerjakan tugas-tugas saya.
Bahasa dan pemikiran
Vygotsky percaya bahwa anak-anak menggunakan bahasa bukan hanya untuk komunikasi sosial, tetapi juga untuk merencanakan , memonitor perilaku mereka dengan caranya sendiri. penggunaan bahasa untuk mengatur diri sendiri itu dinamakan "pembicaraan batin" (inner speech) atau "pembicaraan private" (private speech).Menurut Vygotsky private speech adalah alat penting bagi pemikiran selama masa kanak-kanak (early childhood). dia percaya bahwa anak yang banyak menggunakan private speech akan lebih kompeten secara sosial ketimbang mereka yang tidak.Bahasa sebagai alat berkomunikasi yang membantu anak dalam menyampaikan pemikirannya dengan orang lain. Dengan demikian diperlukan sebuah penyatuan antara pemikiran dan bahasa.
Seorang anak dalam masa pembelajarannya, idealnya harus mampu memvisulisasikan apa yang menjadi pemikirannya dalam bahasa. Ketika hal tersebut telah mampu terwujud itu berarti ia juga telah mampu menginternalisasikan pembicaraan mereka yang egosentris dalam bentuk berbicara-sendiri. Menurut Vygotsky seorang anak yang mampu melakukan pembicaraan pribadi lebih berpeluang untuk lebih baik dalam hubungan sosial. Karena pembicaraan pribadi adalah sebuah langkah awal bagi seorang anak untuk lebih mampu berkomunikasi secara sosial. Bahasa adalah sebuah bentuk awal yang berbasis sosial. Pandangan Vygotsky ini berkonfrontasi dengan Piaget yang lebih menekankan pada percakapan anak yang bersifat egosentris.
Contohnya :Ketika saya TK, sehabis liburan biasanya kami disuruh guru satu persatu untuk menceritakan pengalaman nya selama hiburan. Dari situ kami di uji untuk berani bicara di depan umum. disitu terdapat gabungan antara pemikiran saya mengingat pengalaman saya dan bahasa saya dalam menyampaikan nya.Nama : Novi Reza Rahmatillah Purba
Nim :13-006
Kelompok :6
Komentar
Posting Komentar